Reverse Psychology dalam Branding: Bisolvón

Reverse Psychology dalam Branding: Studi Kasus Bisolvón yang Tidak Terduga

Reverse Psychology dalam Branding: Bisolvón

Di dunia bisnis dan sosial media, mayoritas brand bermain aman.

Promosi jelas.
Pesan eksplisit.
Produk jadi pusat perhatian.

Tapi bagaimana kalau sebuah brand obat batuk justru mempromosikan… gorengan?

Terdengar aneh. Bahkan berisiko.

Namun justru dari strategi yang tidak biasa ini, Bisolvón berhasil mencuri perhatian publik dan menjadi top of mind di kategori mereka.

Ketika Brand Tidak Melarang, Tapi Membalik Logika

Biasanya, brand obat batuk akan mengatakan:

“Kurangi gorengan.”
“Jaga kesehatan.”
“Hindari pemicu batuk.”

Bisolvón memilih pendekatan berbeda.

Alih-alih melarang, mereka justru membahas gorengan secara terbuka. Mereka tidak menyembunyikan fakta bahwa kebiasaan tersebut sering menjadi pemicu batuk. Mereka masuk ke percakapan yang sudah ada di kepala audiens.

Di sinilah teknik reverse psychology bekerja.

Alih-alih berkata “jangan”, mereka mengakui realita:
orang tetap akan makan gorengan.

Dan ketika batuk datang, brand mereka sudah tertanam sebagai solusi.

Dalam konteks sosial media dan content, ini adalah strategi yang cerdas. Brand tidak terasa menggurui. Tidak terasa seperti iklan. Tapi tetap relevan dengan problem nyata.

Masuk ke Percakapan, Bukan Mengontrolnya

Salah satu kesalahan umum dalam jasa sosmed dan content marketing adalah mencoba mengontrol narasi sepenuhnya.

Padahal audiens hari ini sudah sangat kritis.

Bisolvón tidak menciptakan masalah baru. Mereka masuk ke masalah yang sudah ada: kebiasaan makan gorengan.

Mereka membangun percakapan yang relatable. Bahkan cenderung ringan dan humoris. Hasilnya, brand terasa lebih manusiawi dan tidak kaku.

Ini membuktikan bahwa branding yang kuat bukan soal seberapa keras kamu berbicara, tapi seberapa tepat kamu masuk ke konteks audiens.

Kenapa Strategi Ini Efektif Secara Branding dan Business?

Ada beberapa alasan kenapa pendekatan ini berhasil:

  1. Relevan dengan kebiasaan sehari-hari
  2. Tidak terasa seperti hard selling
  3. Memicu diskusi dan engagement
  4. Membuat brand lebih mudah diingat

Dalam perspektif business, strategi seperti ini meningkatkan awareness tanpa membuat audiens defensif.

Di era sosial media, perhatian adalah aset. Dan cara paling efektif untuk mendapatkan perhatian adalah dengan keberanian yang tetap terukur.

Creative Agency vs Creative Partner: Apa Bedanya?

Banyak brand mencari creative agency untuk membuat kampanye unik.

Tapi keunikan tanpa strategi hanya akan jadi gimmick.

Sebagai creative partner, Zest tidak hanya melihat “apa yang viral”, tapi “kenapa ini bekerja secara strategis”.

Kami melihat:

  • perilaku audience
  • konteks budaya
  • positioning brand
  • dampaknya terhadap business

Strategi seperti yang dilakukan Bisolvón bukan sekadar ide lucu. Ia lahir dari pemahaman mendalam tentang psikologi konsumen dan kebiasaan pasar.

Inilah perbedaan antara membuat konten yang ramai dan membangun brand yang relevan.

Pelajaran untuk Brand dan Business Hari Ini

Tidak semua brand harus menggunakan reverse psychology.

Tapi setiap brand perlu memahami satu hal:

Audiens tidak suka digurui.
Audiens suka dipahami.

Jika brand kamu terlalu kaku, terlalu normatif, atau terlalu fokus pada klaim produk, mungkin bukan produkmu yang salah — tapi cara kamu masuk ke percakapan.

Strategi sosial media dan content yang efektif bukan hanya soal visual menarik. Ia harus punya keberanian, relevansi, dan arah yang jelas.

Bagaimana Zest Membantu Brand Bertumbuh

Zest adalah creative partner yang membantu brand dan business membangun strategi sosial media, content, dan branding yang terhubung dengan realitas audiens.

Kami tidak hanya menyediakan jasa sosmed atau produksi konten.
Kami merancang pendekatan kreatif yang selaras dengan tujuan bisnis jangka panjang.

Karena pada akhirnya, creative bukan hanya soal estetika.

Creative adalah alat untuk mempengaruhi persepsi, membangun koneksi, dan menggerakkan pertumbuhan business.

Pertanyaan Reflektif

Kalau brand kamu hari ini muncul di timeline audiens,
apakah ia terdengar seperti iklan…
atau seperti bagian dari percakapan?

Jika kamu ingin membangun brand yang tidak hanya terlihat aktif di sosial media, tapi juga relevan dan berdampak, mungkin sudah waktunya kamu bekerja dengan creative partner yang tepat.

Zest siap berjalan bersama brand kamu.